Politik itu dunia yang aneh—di satu meja orang bisa tertawa bersama, tapi di meja lain saling menusuk tanpa suara. Hari ini bersalaman, besok bisa berseberangan. Bukan karena benci, tapi karena kepentingan bergerak lebih cepat daripada perasaan.
Dalam politik, teman bukan selalu teman… dan lawan tidak selalu jadi musuh selamanya. Semua berubah mengikuti arah angin, kekuasaan, dan siapa yang sedang memegang kendali.
Itulah sebabnya politik tak pernah benar-benar mengenal “teman”, hanya mengenal kepentingan.
Dan siapa pun yang terjun ke dalamnya harus kuat: kuat hati, kuat pendirian, dan kuat untuk menerima bahwa dunia politik tidak berjalan dengan rasa, tapi dengan strategi.
Pada akhirnya, hanya sedikit yang benar-benar tulus. Sisanya? Semuanya tentang posisi, peluang, dan siapa yang paling siap memainkan catur kekuasaan.