Berpegang teguh pada prinsip adalah sikap terhormat, selama ia dilandasi niat yang benar. Namun ngotot pada prinsip tanpa mau mendengar bisa berubah menjadi tembok yang menutup ruang dialog. Prinsip seharusnya menjadi pegangan, bukan alat untuk meniadakan pandangan orang lain.
Menjaga prinsip berarti tahu kapan harus bertahan, dan kapan perlu menyesuaikan tanpa kehilangan nilai dasar. Karena kebijaksanaan bukan hanya soal konsisten, tetapi juga kemampuan memahami situasi dan menghargai perbedaan.